Pengurus Mantan Pemain PSMS Dilantik, Rico Waas Ajak Kebangkitan Sepak Bola Medan

Dalam sebuah momen bersejarah bagi dunia sepak bola di Medan, pengurus baru yang terdiri dari mantan pemain PSMS dilantik dengan harapan untuk membawa kebangkitan sepak bola Medan. Rico Waas, salah satu mantan pemain dan kini menjadi pengurus, mengungkapkan bahwa kehadiran para legenda ini bukan sekadar pengingat masa lalu, melainkan simbol kebanggaan yang telah mengangkat nama daerah di level nasional.
Legasi dan Inspirasi dari Legenda PSMS
Rico Waas menekankan bahwa para mantan pemain PSMS adalah pilar penting dalam sejarah sepak bola Indonesia. “Mereka tidak seharusnya dianggap sebagai mantan, tetapi sebagai legenda yang telah menciptakan prestasi dan mengharumkan Kota Medan,” ujarnya. Dalam pandangannya, sangat penting untuk menjaga dan merawat sejarah PSMS sebagai sumber inspirasi bagi generasi muda yang akan datang.
Untuk mencapai itu, Rico mengusulkan agar jejak kejayaan para legenda PSMS dapat dipamerkan di ruang publik. “Saya ingin nama-nama besar ini terpajang di dinding Stadion Teladan. Ini akan memberikan energi positif dan semangat bagi generasi muda untuk menyaksikan kebangkitan sepak bola Medan,” tambahnya.
Mendorong Kompetisi Sepak Bola yang Berkelanjutan
Rico juga menunjukkan dukungannya terhadap gagasan anggota DPRD Kota Medan, H. Iswanda Nanda Ramli, untuk menghidupkan kembali kompetisi sepak bola antarklub secara serius. Ia meminta dukungan dari semua pihak, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Medan, serta Asosiasi Kota PSSI Medan.
- Pertandingan yang sebelumnya diikuti oleh sekitar 40 klub kini hanya tersisa sekitar 10 klub.
- Diperlukan langkah konkret untuk menghidupkan kembali kompetisi ini.
- Rico percaya bahwa dengan semangat kebersamaan, kompetisi dapat digelar tahun depan.
- Persiapan matang selama satu tahun akan sangat membantu dalam mengorganisir kompetisi ini.
- Beberapa lapangan di Medan dapat digunakan sebagai venue, dengan semifinal dan final di Stadion Teladan.
Dalam acara pelantikan tersebut, Rico Waas juga menyerahkan tiga piala yang diraih oleh PSMS di ajang Piala Emas Bang Yos (PEBY). Piala-piala ini, yang selama ini disimpan di Balai Kota Medan, menjadi saksi bisu dari kejayaan klub yang dijuluki Ayam Kinantan.
Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
Ketua Pengurus Mantan Pemain PSMS, Abdul Rahman Gurning, mengungkapkan harapannya bahwa organisasi ini dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam pengembangan sepak bola, khususnya untuk usia dini. Program awal yang akan dilaksanakan mencakup pembinaan untuk kelompok usia U-13, U-15, dan U-17, yang merupakan fondasi penting untuk masa depan sepak bola Medan.
Untuk mengenang sekaligus menghidupkan kembali semangat kejayaan PSMS, direncanakan juga pertandingan persahabatan antara Pemko Medan dan para legenda PSMS di Stadion Teladan. Pertandingan ini diharapkan dapat menjadi ajang silaturahmi serta memperkuat ikatan di antara para pemain dan komunitas sepak bola Medan.
Momentum Penting untuk Kolaborasi
Ketua Panitia, Iwan Karo Karo, menambahkan bahwa pelantikan ini merupakan momentum yang sangat penting untuk menyatukan para legenda dan memperkuat kolaborasi antar berbagai pihak dalam memajukan sepak bola Medan. “Kami berharap semua pihak dapat bekerja sama dan saling mendukung untuk mencapai tujuan yang sama,” ujarnya.
Keberadaan organisasi ini diharapkan tidak hanya sekadar simbol, tetapi juga merupakan langkah nyata untuk memajukan sepak bola Medan ke level yang lebih tinggi. Dengan memperhatikan aspek pembinaan, penyelenggaraan kompetisi yang berkelanjutan, dan mengenang sejarah yang ada, kebangkitan sepak bola Medan bisa terwujud.
Menjaga Semangat Kebangkitan Sepak Bola Medan
Rico Waas menekankan bahwa kebangkitan sepak bola Medan tidak hanya terletak pada kompetisi yang ada, tetapi juga pada bagaimana masyarakat mendukung dan merawat sejarah sepak bola yang telah ada. Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam mendukung upaya ini.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga semangat dan sejarah PSMS. Dengan cara ini, kita tidak hanya membangkitkan kembali prestasi yang pernah ada, tetapi juga menciptakan generasi berikutnya yang mencintai dan menghargai sepak bola,” tutup Rico.
Kebangkitan sepak bola Medan merupakan tantangan yang harus dihadapi dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi. Dengan dukungan dari semua pihak, diharapkan sepak bola di Medan akan mengalami perkembangan yang signifikan dan kembali menjadi yang terdepan di Indonesia.

