Kisah Tragis PMI di Korea Selatan: Berangkat Melalui G to G, Pulang Tanpa Jejak

Kisah pilu dan tragis yang melibatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan kembali mencuat ke permukaan. Video yang menampilkan pengakuan dari keluarga almarhum Reza Valentino Simamora (21) viral di media sosial, menjadi cerminan nyata dari tantangan yang dihadapi oleh para PMI. Dalam video tersebut, sang ayah, Saut Tarulitua Simamora (46), menceritakan perjalanan anaknya sebelum dan sesudah tragedi yang merenggut nyawanya.
Perjalanan Keberangkatan PMI ke Korea Selatan
Reza berangkat ke Korea Selatan melalui skema Government to Government (G to G), yang diharapkan dapat menjamin perlindungan dan hak-hak pekerja. Ia menyelesaikan pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Karanganyar pada bulan Desember 2024 dan dinyatakan lulus pada Maret 2025. Setelah lulus, Reza menerima sertifikat yang menjadi syarat untuk dapat bekerja di negara asing dan diberangkatkan ke Korea Selatan pada pertengahan bulan yang sama.
Kondisi Kerja yang Menantang
Setibanya di Korea Selatan, Reza ditempatkan di kapal penangkapan ikan. Pekerjaan ini ternyata memiliki tantangan yang berat, membuat beberapa rekan sesama PMI tidak mampu bertahan dan memilih untuk melarikan diri. Saut menceritakan, “Anak saya mengungkapkan bahwa banyak temannya yang tidak kuat menghadapi kondisi kerja yang melelahkan. Beberapa dari mereka bahkan memilih untuk kabur dan mencari pekerjaan di tempat lain.”
Tragedi Kecelakaan Kerja
Tragedi menimpa Reza pada tanggal 23 September 2025, ketika ia mengalami kecelakaan kerja yang fatal akibat putusnya tali seling di kapal. Kejadian ini mengakibatkan nyawanya melayang, dan empat hari setelahnya, jasadnya ditemukan oleh pihak berwenang dalam keadaan sudah tidak bernyawa.
Informasi yang Tidak Memadai
Saut mengungkapkan bahwa informasi mengenai kematian anaknya bukan datang dari pihak resmi, melainkan dari rekan kerja Reza. “Temannya yang pertama kali memberi tahu kabar duka ini, bukan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Bahkan, orang yang membantu mengamankan barang-barang milik anak saya adalah rekan kerjanya tersebut,” jelasnya.
Proses Pemulangan Jenazah
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah Reza dipulangkan ke Indonesia dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada tanggal 3 Oktober 2025. Pada tanggal 4 Oktober 2025, jenazah diserahkan kepada keluarga di Bandara Kualanamu sebelum akhirnya dimakamkan. Momen ini menjadi sangat emosional bagi keluarga yang kehilangan sosok putra mereka yang masih muda.
Hak-hak yang Belum Dipenuhi
Namun, persoalan tidak berhenti di situ. Hingga saat ini, keluarga Reza mengaku belum menerima hak-hak yang seharusnya didapatkan, termasuk asuransi kecelakaan kerja. Saut menyatakan, “Kami sangat kecewa. Jangankan asuransi, dokumen sebagai pelaut pun belum diserahkan kepada kami. Prosesnya sangat lambat dan tidak transparan.”
Upaya Penyelesaian Masalah
Selama ini, Saut telah berusaha berkomunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Komisi Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan pendamping hukum yang berada di Korea Selatan. Sayangnya, berkas-berkas yang diperlukan masih dalam proses dan belum ada kepastian mengenai penyelesaian hak-hak almarhum.
Harapan Keluarga
Dalam situasi yang sulit ini, Saut berharap agar pemerintah Indonesia, terutama kementerian terkait dan perwakilan di luar negeri, dapat segera memberikan bantuan untuk menyelesaikan hak-hak anaknya. “Kami sangat mengharapkan agar masalah ini dapat segera diselesaikan. Tolong perhatikan nasib kami sebagai keluarga PMI yang sedang mengalami kesulitan ini,” ujarnya dengan penuh harap.
Profil Almarhum Reza Valentino Simamora
Reza Valentino Simamora adalah anak pertama dari tiga bersaudara yang bekerja di sektor perikanan di Korea Selatan. Kehadirannya di tengah keluarga sangat berarti, dan kehilangan ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarganya. Kasus yang menimpa Reza mengundang perhatian publik dan menjadi sorotan terkait perlindungan PMI, khususnya dalam hal keselamatan kerja dan pemenuhan hak-hak pekerja setelah meninggal dunia.
Kesimpulan Kasus Reza Valentino Simamora
Kasus tragis ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya perlindungan dan perhatian terhadap nasib PMI di luar negeri. Keluarga Reza, seperti banyak keluarga PMI lainnya, berharap agar pemerintah dan lembaga terkait segera memberikan solusi yang adil dan cepat. Mereka tidak hanya kehilangan anggota keluarga, tetapi juga hak-hak yang seharusnya didapatkan sebagai pekerja migran. Kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih memperhatikan nasib para PMI yang berjuang demi kehidupan yang lebih baik.