Arahan Wali Kota Munafri Membuat Makassar Tetap Semarak Tanpa Konvoi di Hari Takbiran

Di tengah gema takbir yang melantun merdu menyambut hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Makassar tetap bersemangat meski tanpa konvoi. Berkat arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kota berjuluk “Daeng” ini tetap meriah dan kondusif. Munafri merumuskan strategi yang memungkinkan masyarakat merayakan malam takbiran dengan penuh kegembiraan, sekaligus memastikan ketertiban dan kenyamanan bersama tetap terjaga.
Mengawali Malam Takbiran
Ramadan berakhir dan umat muslim bersiap menyambut hari kemenangan yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam atau Jumat, 19-20 Maret 2026. Di Makassar, perayaan takbiran tetap dipertahankan oleh pemerintah kota. Masyarakat mendapat ruang luas untuk mengumandangkan takbir, baik di lorong-lorong maupun di sekitar masjid di wilayah masing-masing.
Arahan Wali Kota Munafri: Takbiran tanpa Konvoi
Sebagai pemimpin kota, Munafri Arifuddin menegaskan bahwa meski pawai atau takbir keliling ditiadakan seperti tahun-tahun sebelumnya, tetap ada ruang bagi umat muslim untuk menghidupkan malam takbiran. Dengan penegasan ini, Munafri mengimbau masyarakat untuk memusatkan kegiatan takbiran di lingkungan masing-masing demi menjaga ketertiban dan keamanan.
“Kami mengimbau untuk takbiran di lingkungan masing-masing di tingkat kecamatan, bukan keliling di jalan raya. Ini sebagai langkah menjaga ketertiban, keamanan, serta kenyamanan masyarakat,” ujar Munafri.
Menjaga Kondusifitas Kota
Takbiran diharapkan berlangsung lebih khidmat agar situasi kota tetap kondusif. Munafri pun mengingatkan masyarakat untuk tidak menyalakan petasan atau mercon yang berpotensi mengganggu ketenangan dan membahayakan keselamatan. “Boleh takbir di wilayah masing-masing, tanpa konvoi kendaraan di jalan umum, apalagi membunyikan petasan atau menggunakan knalpot bising yang mengganggu pengguna jalan,” tegas Munafri.
Tradisi Takbir Keliling dan Arahan Munafri
Takbir keliling yang biasanya diwarnai dengan iring-iringan kendaraan, penggunaan petasan, hingga atraksi di jalan raya, kali ini harus diubah. Mengingat volume kendaraan di Makassar saat ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan, Munafri mengingatkan bahwa malam takbiran sejatinya adalah momen untuk memperbanyak zikir dan doa sebagai ungkapan syukur usai berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadan.
Pemantauan Kegiatan di Tingkat Wilayah
Untuk memastikan kegiatan di tingkat wilayah berjalan tertib, Pemkot Makassar meminta jajaran camat, lurah, ketua RT/RW, hingga tokoh masyarakat turut andil mengawasi warganya. Selain itu, masyarakat yang ingin melaksanakan kegiatan takbiran juga diminta tetap berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan maupun aparat setempat.
Pelaksanaan Salat Idulfitri di Lapangan Karebosi
Di sisi lain, Pemerintah Kota Makassar juga menetapkan bahwa pelaksanaan salat Idulfitri tahun ini akan dipusatkan di Lapangan Karebosi. Wali Kota mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga dari kecamatan dan kelurahan di sekitar kawasan tersebut, untuk hadir dan melaksanakan salat berjamaah bersama-sama di Lapangan Karebosi.
Dengan arahan dan kebijakan yang diterapkan oleh Wali Kota Munafri, Makassar masih dapat menikmati semarak malam takbiran tanpa konvoi. Kebersamaan tetap dirasakan, ketertiban terjaga, dan kenyamanan pun tetap ada. Inilah wujud komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menjaga kenyamanan dan keamanan masyarakatnya dalam merayakan hari kemenangan.